Langsung ke konten utama

Kemendag Minta KDEI Cek Indomie yang Disebut Mengandung Zat Pemicu Kanker


Kemendag Minta KDEI Cek Indomie yang Disebut Mengandung Zat Pemicu Kanker



Otoritas Taiwan menemukan zat berbahaya yang bisa memicu kanker pada dua merek mi instan, satu dari Malaysia dan Satu lainnya dari Indonesia. Kedua temuan tersebut dilaporkan oleh Departemen Kesehatan Pemerintah Kota Taipei.

DIlansir dari Chindo138Health, kedua temuan tersebut merupakan hasil dari inspeksi acak terhadap produk mi instan di pusat-pusat perbelanjaan sampai ke pasar tradisional. Setidaknya 30 merek atau produk mi instan yang diperiksa dan di uji coba.

Dari produk yan diuji coba , 25 produk merupakan barang diimpor dan lima di dalam negeri. Dari inspeksi tersebut ditemukanlah satu produk dari Malaysia dan satu lainnya dari Indonesia dengan kandungan kadar etilen oksida berlebihan.

Menurut National Cancer, paparan bahan tersebut dapat meningkatkan risiko limfoma dan leukemia, serta kanter perut dan juga payudara.

Kedua mi instan tersebut adalah merek Ah Lai White Curry Noodles dari Malaysia dan mi instan Indomie Rasa Ayam Spesial dari Indonesia.

Kadar etilen  oksida dalam kedua produk ini ditemukan telah melebihi standar residu pestisida yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan.

Pada bumbu mi instan produk Indonesia, ditemukan mengandung 0,187mg/kg etilen oksida. Sedangkan pada saus mi instan dari Malaysia, ditemukan sebanyak 0,065mg/kg etilen oksida.

Menanggapi kedua temuan tersebut, Kementerian Kesehatan memerintahkan agar produk-produk mi instan yang tidak memenuhi syarat segera di tarik dari pasaran negara Taiwan tersebut.

Departemen kesehatan Taipei menegaskan. Taiwan belum menyetujui penggunaan etilen oksida sebagai pestisida, juga tidak mengizinkan penggunaan gas etilen oksida untuk tujuan desinfeksi. Perusahaan harus menerapkan prosedur pemantauan mandiri sekaligus memastikan bahwa bahan baku dan produk mematuhi Undang-Undang yang berlaku.

Komentar